Spiral Super Raksasa
Galaksi Bima Sakti berbentuk spiral. Tata Surya kita bersama bintang-bintang lain berputar mengelilingi titik pusat galaksi seperti planet-planet kita mengelilingi Matahari. Bumi kita bisa mengelilingi Matahari sekali putar dalam waktu 365 hari atau 1 tahun. Tata Surya kita perlu waktu 226 juta tahun untuk bisa mengelilingi pusat Bima Sakti sekali putaran.
Luas Bima Sakti
Galaksi Bima Sakti memang luas sekali . Diameternya saja sekitar 100.000 tahun cahaya. Padahal, cahaya bisa menempuh jarak sekitar 300.000 kilometer dalam waktu 1 detik. Dalam waktu 1 tahun, cahaya bisa menempuh jarak 9.460.800.000.000 kilometer.. WAAWW .. jauh sekali yaa !! .
Kita dan Alam Semesta
Bima Sakti yang seluas itu, hanyalah satu dari sekian ratus galaksi dalam alam semesta. Tata Surya kita adalah satu dari sekian ratus milyar gugus bintang dalam Galaksi Bima Sakti. Bumi kita hanya satu titik dalam tata surya . Kita hanyalah setitik debu di Bumi. Dibandingkan dengan alam semesta , kita hanyalah seukuran debu yang dibelah-belah trilyunan kali.
![]() |
Galaksi Bima Sakti |
Nasib Bumi Ketika Galaksi Bimasakti & Andromeda Bertabrakan
Apa yang akan terjadi jika galaksi andromeda dan bimasakti tabrakan? apa pengaruhnya terhadap kehidupan manusia?
Laela Khikmawati – Pekalongan
Tabrakan antara galaksi Bimasakti dan Andromeda akan terjadi sekitar 4 milyar tahun lagi. Tapi tabrakan antara 2 buah galaksi tidaklah seperti bayangan kita bahwa tabrakan itu akan menimbulkan kehancuran dan bintang akan kocar kacir.
Ilustrasi tabrakan Galaksi Bima Sakti dan Galaksi ANdromeda. Kredit : NASA
Tabrakan antara dua galaksi justru menghasilkan penggabungan
antara keduanya yang membentuk sebuah galaksi ellips. Itulah yang
diperkirakan akan terjadi dengan Bimasakti dan Andromeda saat keduanya bertabrakan.
Ketika tabrakan yang kemudian menghasilkan galaksi ellips itu
terjadi, bintang-bintang di dalam kedua galaksi itu diperkirakan tidak
akan saling bertabrakan. Memang di dalam galaksi Andromeda ada
setidaknya 1 trilyun bintang dan di
Bimasakti memiliki 300 milyar bintang tapi perlu diingat jarak satu
bintang ke bintang lain itu cukup jauh. Contohnya Matahari dan bintang terdekatnya yang berjarak 4.2 tahun cahaya. Dan meskipun
di area pusat galaksi, kerapatan bintang cukup tinggi tapi jarak antar
bintangnya pun masih jauh sehingga ketika terjadi tabrakan antar
galaksi, bintang-bintang di dalamnya tidak akan bertabrakan melainkan
keduanya akan menyatu. Berdasarkan simulasi, proses penyatuan ini akan
memakan waktu 2 milyar tahun, dan
bintang-bintang akan mengalami perubahan orbit untuk mengitari pusat
galaksi yang baru, lubang hitam supermasif kembar yang juga akan
menciptakan quasar yang sangat terang. Kedua lubang hitam tersebut
diperkirakan akan bergerak spiral menuju satu sama lainnya sampai
kemudian bergabung menjadi sebuah lubang hitam supermasif raksasa.
Nah, bagaimana dengan Tata Surya?
Matahari yang menjadi raksasa merah akan mengisi langit seperti yang tampak dari bumi. Gambar ini menunjukan topografi Bumi yang sudah meleleh menjadi lava. Tampak siluet bulan dengan latar raksasa merah. Copyright William K. Hartmann
Simulasi tabrakan antara Andromeda dan Bimasakti tidak saja menunjukkan kalau bintang-bintang tidak akan bertabrakan tapi juga menunjukkan kalau Matahari dan planet-planetnya tidak akan berada dalam bahaya kehancuran. Yang terjadi adalah Matahari dan planet-planetnya akan tersapu menjauhi pusat galaksi 3 kali lebih jauh dari lokasinya sekarang atau sekitar
100000 tahun cahaya dari pusat galaksi.Matahari akan menempati posisi
barunya di area halo terluar galaksi baru gabungan Andromeda-Bimasakti.
Di tempat ini Tata Surya akan aman dari si lubang hitam supermasif kembar yang ada di pusat galaksi.
Bagaimana dengan Bumi dan kehidupan di dalamnya? Kalau hanya berdasarkan tabrakan antar galaksi maka Bumi akan aman-aman saja.
Tapi sebelum tabrakan Andromeda – Bimasakti terjadi, Matahari akan memasuki tahap evolusi berikutnya yang menyebabkan Bumi sudah tidak lagi nyaman untuk kehidupan. Artinya pada saat itu, Bumi sudah
menjadi planet yang sangat panas yang tidak lagi dapat mempertahankan
air dalam wujud cair di permukaannya. Tidak hanya itu, ketika Matahari
mengembang menjadi raksasa merah, ada kemungkinan Bumi akan ditelan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi dan kehidupan di dalamnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar